ありがとう、om Dimas

*terima kasih, om Dimas

Sejak Hari kamis beberapa minggu kemarin, kesehatan om Dimas memburuk.
katanya itu karena penyakit auto imun atau lupus, yang memang sudah menjangkiti om Dimas sejak lama.
Awal-awal aku jenguk di rs asri duren tiga, om Dimas masih bisa bangun dan minum teh kotak (meskipun nggak nafsu makan), juga mengobrol dan membalas WA temannya. Saat itu, aku bukannya ngobrol sama om dimas malah makan-makan roti maryam, puding puyo KW dan Banyak kue yang ada disana.

Harusnya saat itu aku ngobrol tentang banyak hal sama om Dimas.

Selama masih bisa berbicara.

Terbayanglah hal itu, ketika aku jenguk kembali beberapa minggu kemudian. Ketika itu kondisi om Dimas tambah memburuk dan akhirnya menetap di ICU rumah sakit Antam medika.

Saat itu om Dimas sudah nggak bisa berbicara ataupun melihat, apalagi bangun dari ranjang. Kesadarannya menurun. Nafas pun saat itu pakai masker oksigen. Badannya dililiti selang dan cuci darah dilakukan.
Kabar Baiknya pada saat itu, Om dimas masih bisa mendengar, alhamdulillah.

Disana Waktu besuknya jam 11~12 siang dan 5 sampai jam 7 sore. Selebihnya kami menunggu di sebuah ruang tunggu khusus pendamping pasien icu.

“Allah, allah…”
Ibun membisikkan kata allah secara terus menerus setiap waktu besuk. Abah melantunkan doa dan membacakan yasin. Semua mendoakan semoga om dimas diberikan yang terbaik.

Dan allah memang memberikan om Dimas yang terbaik.

14 april 2018, om Dimas menghembuskan nafas terakhirnya. Allah telah mencabut rasa sakit om Dimas yang telah dirasakannya selama 8 tahun, sejak 2010.
Saat itu aku sedang sholat maghrib di ruang tunggu. ditengah sholat ada yang kembali dari ruang icu dan berkata,

“Sudah nggak ada!”

Hatiku terasa mencelos. Deonah yang juga berada di ruang tunggu menangis tersedu-sedu. Setelah menyelesaikan sholat aku langsung berlari masuk ke dalam ruang icu.

Ah,
Disana ada ilham yang menangis, ibun dan tante ira yang mencoba menahan air mata dan banyak pembesuk om dimas yang membacakan doa.
Namun, sepertinya semua sudah ikhlas melepas om dimas.

Hari-hari selanjutnya dihabiskan dengan tahlilan, penguburan dan lain-lain (yang membuat aku nggak ikut kemah).

Aku sadar, mungkin allah sudah memberikan kesempatan berbicara dengan om Dimas kepadaku dan ilham, saat belum kritis itu, tetapi aku malah menyia-nyiakannya.
Kata ilham, dia pengen ngobrol tentang gameboy-nya nintendo sama om dimas.

Innanillahi wainnanillahi roojiun.
Semoga om Dimas bahagia selalu diatas sana, ya. Juga diterima amal baiknya.

Terima kasih atas bekal yang diantarkan ke sd-ku, saat aku kelas satu dulu.
Terima kasih atas spagettinya yang enak itu.
Terima kasih sudah mengantar pulang dari perpusnas saat itu.
Terima kasih sudah menemani aku dan ilham dirumah saat abah dan ibun keluar kota.
Terima kasih sudah mengantarkan aku dan ilham ke taman mini.
Terima kasih sudah masakin aku yang enak-enak.

Terima kasih, om dimas.

Saat aku kelas 2 dulu… #belomtobat
Saat masih belum kritis

Saat kritis

Innanillahi wa inna ilaihi roojiun…

Alhamdulillah banyak yang ikut menyolatkan om dimas…

Iklan

Lingkungan

Akhir akhir ini (meskipun sudah lama juga, sih), di kelas aku sedang buanyak sekali yang membawa dan membaca novel bergenre teenfction atau  romance, yang pasti itu bener-bener bukan seleraku (padahal aku pernah liat- liat punya temenku dengan alasan penelitian budaya pop yang digemari remaja :v). pernah aku mendengar omongan seperti ini,

“Gimana rasanya kalau lo punya pacar kayak si (tokoh dibuku, nama disensor.)?” tanya temanku yang satu. (astaghfirullah, padahal disekolah larangan berinteraksi dengan lawan jenis sangat ketat, lho.)

atau,

“aaa baper akuuu!” temanku menjerit saat membaca suatu buku.

dan ada juga,

“mending beli buku ‘ips & ipa’ (ini novel), atau ‘ketos cewek vs trouble maker’, ya?”

 

Teman-temanku sedang mabuk buku-buku seperti itu, yang kebanyakan adanya tentang badboy ganteng, dingin (hampir semua seperti itu tokohnya) yang jatuh cinta pada perempuan polos, cantik-namun-gak-secantik-yang-lain.

Awalnya aku nggak tertarik untuk ikut membaca. bahkan aku muak melihat buku-buku yang dipenuhi kisah tentang perempuan polos yang dicintai oleh sang badboy. Hiiii !

Tetapi lama-lama ketika tren itu menyebar, entah kenapa aku ketularan semangat baca. tentunya bukan yang genrenya banyak disukai teman-temanku. aku jadi banyak baca buku sejak itu, 1984 misalnya.

gambar

Akhirnya aku menyadari, meskipun bacaan teman-temanku begitu semua, setidaknya mereka telah menginspirasi aku untuk tetap membaca. tetap semangat dalam berliterasi. lingkungannya, dikelasku maksudnya, cukup mendukung.  aku jadi senang baca, bahagia membaca, karena sekelilingku juga membaca.

terakhir aku ingin menambahkan quotes dari buku favorit sayah,

“(ini 4), kalau partai bilang 5, ini berapa?”     -1984

sama satu lagi, dari juki ini,

“kunci untuk sukses adalah key to success.”    -berani beda, juki

Yang terakhir mengharukan, kan?

Tentang HP saya

HP pertama sayah itu samsung. Jangan dikira itu samsung layar sentuh yang canggih. Hp samsung yang saya maksud adalaaah


Itu.

Dilansir dari tulisan saya yang dulu, hp ini cuma bisa main sudoku, ndak ada musik apalagi internet.

Makanya, ketika saya mendapatkan hp saya yang kedua (yaitu nokia) saya bahagia banget (awalnya) soalnya di hp itu bisa main snake-snake apaa gitu. Tapi ndak bisa dengerin lagu. Selain itu, Saya merasa bangga bisa menjadi yang berbeda diantara teman-temanku (kelas 6) yang kebanyakan mempunyai smartphone. sehingga saya saat itu, setiap mendapat kesempatan membawa hp kesekolah saya selalu dengan bangga menunjukkannya kepada teman-teman bahwa,

ponselku nokia, bukan smartphone. Aku berbeda tapi aku tidak malu karenanya! 

Tetapi kebahagiaanku tentang nokia itu nggak bertahan lama. Saat itu saya kelas 6 dan mulai bimbel. Masyaallah, hp murid disana kebanyakan canggih, bosku.

Awalnya saya biasa saja melihat mereka, tapi lama kelamaan saya mulai berkeinginan punya HP seperti mereka. Aku, abah dan ibun pun bersepakat kalau saya dapat NEM diatas 27 abah bakal memberikan saya smartphone. Iya, yang layar sentuh, bisa dengerin lagu dan baca webtoon! Oh iya, saat itu sebenarnya ada anak yang punya hp nokia, tapi bisa dengerin lagu. Aku pernah pengen itu. Tapi kalau bisa smartphone, kenapa harus nokia-yang-bisa-dengerin-lagu?

Akhirnya dihari pengumuman saya akhirnya mengetahui hasil nilainya.

Nilai saya; ipa 80, mtk 90 dan b.indo 84. Total 254 atau Bisa dibilang, 25,4.

Saya kecewa, tentu. Padahal pernah nilai saya lebih dari itu saat try out. Tapi saya sadar, ini salah saya. Harusnya menjelang UN saya menahan diri untuk membuka berita dari akun politik yang lagi panas-panasnya (abah menyebutnya akun penuh hoax).

Saat itu saya Nggak memaksa abah untuk membelikan saya smartphone.Wong ini salah saya.

Menjelang masuk SMP, abah menyuruh saya untuk mengecas iphone 4 yang abah temukan dilaci. Kata abah, itu hp yang suaranya ndak ada suaranya (alias rusak) dan gak bisa buat nelpon, jadinya ditaruh dan disimpan tanpa kepastian (uhuk, itu kayak curhatan temanku di ig-nya, alay bener).

Saat sudah tercas penuh abah bilang, katanya hp ini buat aku. Saia kaget sekali sampai langsung jogat-joget bahagia. Senangnya! Meskipun ndak ada suaranya toh kalau pakai speaker bersuara juga.

Tapi saat itu buat nelpon masih pakai nokia. Dan wafat saat kecebur di laut.

 

begitulah kisah tentang HP saya…

Chicken cordon blue bikinan Ibun

Waktu ngeliatin Ilham makan chicken cordon blue (ayam didalamnya ada keju) yang enak banget di solaria, tiba-tiba saya keingetan, waktu di jepun ibun sering bikin chicken cordon juga. 

Bukan, bukan yang bisa langsung digoreng kayak nugget itu… 

tapi bikin sendiri, dari keju yang diimpit ayam lalu ditepungin. Lalu tusuk dengan tusuk gigi dan celupin ke minyak! Jadilaaaah… Seingat sayah itu dibikin saat ultah ke-9 atau ke-8.

Jadi kapan bikin lagi, bun? 

Menyong meninggal

Hari jum’at malam, saya, ibun, abah dan ilham makan di pizza hut. Pulangnya ada kucing tergeletak yang sepertinya sudah tak bernyawa didepan rumah. Ternyata itu anak kucing saya. Aku langsung mengecek apakah dia masih hidup atau tidak. Ternyata tidak. Aku menangis. Kata abah, kemungkinan ia tertabrak.

Aku kangen menyong-amira-ngeong yang tukang ngeong, naik-naik dan sangat cerewet. Aku menyesal pernah kesal sama menyeng karena ia mengeong dan naik-naik terus.

Jumat 29 september 2017, menyeng telah berpulang.

Diambil dari jurnal

Jalan-jalan ke world of ghibli jakarta

Hari sabtu yang lalu, saya, ibun dan ilham datang ke world of ghibli jakarta. 


Didindingnya terdapat gambar-gambar dan info tentang animenya. Ada totoro, hotaru no haka, mononoke hime, dan lain-lain. keren banget!

Beberapa dari anime tersebut udah saya tonton. Yang menurut saya paling berkesan itu kaze tachinu. Tentang jiro hirokishi, pemuda pada masa pd 2, dia seorang perancang pesawat tempur jepang pada masa itu. Tapi dia menyesal, pesawat tempur yang dibuatnya telah mematikan banyak orang.


Ini film nggak bercerita tentang perang, tapi tentang… Apa ya? 

Ndak enaknya perang sih kayaknya…

Terakhir nonton udah lama soalnya 😦
Tapi ada satu anime yang belum pernah ane nonton, dan kayaknya menarik banget. Judulnya porco rosso. Pas pertama saya lihat posternya, ane bilang ke ibun,

“Bun, itu tentang koruptor yang kabur ke luar negeri bareng istri mudanya, ya? ”

Saya digetok sama ibun.

Lagian posternya, ada babi naik pesawat bersama wanita cantik, sih!


Nah, setelah baca sinopsis yang ada di-dinding itu, akhirnya sayah ngerti.
Dikutip dari 

http://www.kompasiana.com/dewi_puspa/gadis-remaja-pun-bisa-jadi-perancang-pesawat-di-anime-porco-rosso_573b3b9db17a61860bd6f976 
kira-kira gini sinopsisnya,

Marco Pagot awalnya seorang pilot yang tergabung di kesatuan angkatan udara Italia. Namun satu-persatu rekannya tewas semasa perang dan ia mendapat kutukan sehingga wajahnya berubah menjadi babi. Meski wajahnya berubah, setiap orang tidak pernah merendahkannya, bahkan pemilik hotel Adriano sekaligus sahabatnya yang jelita, Gina, selalu menyemangatinya. Kepiawaiannya mengemudikan pesawat juga semakin menjadi-jadi, namun ia memilih menjadi pilot pemburu hadiah.

Ternyata ya. Orang itu memang nggak bisa dinilai dari tampilannya…
Yap lalu setelah lihat-lihat, kami datang ke ruang tempat Ada banyaaaak replika dari berbagai anime yang dihasilkan studio ghibli, yang kebanyakan filmnya disutradai hayao miyazaki. Ada pesawatnya si babi, Marco dalam anime lawas porco rosso. Juga ada rumah mei dalam anime my neighbor totoro. Dalamnya, lengkap!

Selain yang saya sebutkan juga ada banyaaak!

Ibun foto-foto banyak disana, katanya Moso’ cuma masuk, liat lalu keluar? biar ndak sayang, mahal masuknya. Saya juga disuruh bikin tulisan ini, kalau ilham disuruh gambar. biar nggak sia-sia.
Yang antriannya paling banyak itu replika neko bus dalam anime totoro. Pada ngantri buat foto. Si neko bus mirip sama yang ada di animenya! Lembut dan empuk pulak…

Ada tikuuus

Kalo bisa saya pengen tidur disanaaaa…

Ada orang jepang jugaaa!

Tapi yang saya sayangkan dari world of ghibli ini, makanannya muahal banget…

Sama saya sebenarnya berharap ada pojok aktivitas, jadi ada tempat anak-anak bisa nggambar sama warna-warnain totoro gitu misalnya…

#harapanbocah

Tapi saya sudah cukup puas di world of ghibli, keren…

Candu gadget

“bayal, harry potternya belum selesai?” kata ibun marah, di h-2 masuk smp.

beberapa minggu ini, aku memang kecanduan gadget. setiap hari aku ngeliatin layar tablet terus. nonton attack on titan. baca facebook abah. main instagram (udah punya cukup lama) juga baca webtoon. sampai-sampai ibun marah, soalnya buku harry potter yang terakhir nggak selesai-selesai. parah memang. sudah sebulan lebih (kayaknya ya) dari waktu aku mulai membaca sampai sekarang. awal-awalnya aku baca terus. sampai selesai setengah, aku lupakan.

sampai hari ini, h-1 masuk smp, aku juga masih belum menyelesaikan harry potternya. oiya, selain baca harry potter saya juga lagi baca tan malaka: bapak republik yang dilupakan. dan itu belum selesai juga! berarti tugas dobel menanti, baca tan malaka dan harry potter dalam satu hari.

lah, kok tugas?

aku mulai bertanya-tanya pada diri sendiri. kok tugas sih? bukannya membaca itu harusnya dengan senang ya. bukannya dulu aku suka sekali sama buku ya? kecanduan buku. baca buku terus kerjaannya.

ternyata gadget menggeser posisi buku. membuatku kecanduan gadget. hidup saya penuh gadget. malas baca buku. malah main gadget.

aduh, dasar candu gadget!